Site Loader

dimanfaatkan sebaik mungkin agar tidak ketinggalan oleh negara lain. Lembaga
yang akan selalu membimbing dan mengarahkan anak didik semaksimal
mungkin untuk menggali dan mengembangkan bakat dan minat sesuai dengan
kemampuan yang dimilikinya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Mulyasa
(2005:7) yaitu:
Pendidikan nasional benar-benar mampu melaksanakan fungsinya dan mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, perlu dikembangkan dan dilaksanakan program pendidikan pada semua jenis dan jenjang yang berfungsi sebagai lembaga sosialisasi dan pemberdayaan berbagai kemampuan, nilai, sikap, dan akhlak, yang dituntut oleh masyarakat Indonesia yang maju, adil, dan makmur serta demokratis berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
Agar fungsi dan tujuan pendidikan tercapai dan berjalan dengan baik, sekolah
membuat tata tertib. Proses pembelajaran berlangsung kondusif dan mampu
memicu setiap perkembangan ilmu pengetahuan berdasarkan kurikulum sekolah.
Dalam pelaksanaannya diperlukan kedisiplinan dan kepatuhan dari masing
masing individu yang terkait dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut.
Kenyataannya masalah yang sering terjadi dalam lingkungan sekolah adalah
kurang disiplinnya peserta didik dalam menaati tata tertib yang berlaku di
sekolah tersebut. Ketertiban peserta didik sering kali menjadi suatu masalah di
sekolah, apalagi pada jenjang pendidikan sekolah menengah yang peserta
didiknya beranjak dewasa dan mulai belajar mengenal jati diri yang dilakukan
melalui peniruan diri atau imitasi.
Pergaulan remaja yang tanpa arah dan pengawasan terhadap tingkah laku mereka
akan mempunyai kecenderungan mengarah pada pergaulan remaja yang negatif.
Banyak anggapan dari peserta didik bahwa tata tertib sekolah hanya membatasi
kebebasan mereka sehingga berakibat pelanggaran tata tertib di sekolah. Tanpa
disadari kebebasan yang tidak bertanggung jawab akan merugikan diri sendiri,
keluarga dan masyarakat. Pendidikan moral pada anak dimulai pada saat mereka
di lingkungan keluarga terutama orang tua melalui proses sosialisasi norma dan
aturan moral dalam keluarga sendiri serta lingkungan dekat dengan pergaulan
sosial anak atau teman sebaya. Kemudian saat anak masuk sekolah diperkenalkan
dan diajarkan sesuatu yang baru yang tidak diajarkan dalam keluarga. Sekolah
sebagai tempat sosialisasi kedua setelah keluarga serta tempat anak dihadapkan
pada kebiasaan dan cara hidup bersama yang lebih luas

Post Author: admin